Home / Berita / Kesalahan Desainer Dalam Membuat Logo
Kesalahan Desainer Dalam Membuat Logo
Kesalahan Desainer Dalam Membuat Logo

Kesalahan Desainer Dalam Membuat Logo

Anda seorang desainer? Dalam hal ini adalah desain grafis. Jika Anda seorang profesional, maka saya berharap ada koreksi atau tambahan untuk artikel ini. Dan jika Anda adalah orang yang masih belajar seperti saya, semoga artikel ini bermanfaat.

Sebelumnya saya akan sedikit bercerita kenapa saya kemudian bisa menulis dengan judul Kesalahan Desainer Dalam Membuat Logo. Sebelumnya saya bekerja di sebuah percetakan Digital Printing selama kurang lebih empat tahun. Hal ini kemudian membuat saya cukup jatuh hati pada dunia grafis.

Setelah cukup lama bekerja sebagai desain grafis di perusahaan tersebut, saya merasa saya sudah cukup matang untuk setidaknya ikut kontes logo secara online, atau setidaknya menyediakan jasa pembuatan logo. Istilah kerennya sebagai freelancer. Namun kepercayaan diri saya tersebut ternyata keliru, job freelance sepi, ikut kontes tidak pernah menang. Dari sinilah kemudian saya mencoba menganalisa apa saja kesalahan yang saya lakukan sehingga sangat sulit bagi saya untuk bersaing dengan para desainer profesional.

Untuk itulah disini saya mencoba untuk berbagi tentang Kesalahan Desainer Dalam Membuat Logo. Dengan artikel ini saya berharap, jangan sampai kemudian desain logo yang Anda cintai dan banggakan menjadi alasan penghancur karir Anda sebagai desainer. Tidak sedikit desainer yang karirnya hancur karena membuat logo dengan tidak benar, dan saya hampir menjadi salah satunya. Pastinya Anda yang bekerja sebagai desainer tidak mau menjadi salah satunya bukan?

Nah, apa saja Kesalahan Desainer Dalam Membuat Logo? Saya akan coba memaparkannya disini.

1. Merancang tanpa perencanaan

Sering kali desain muncul tiba-tiba dalam otak Anda, dan Anda tinggal mengikuti arahnya saja tanpa ada perencanaan yang baik. Dan secara tidak sadar hampir semua desainer melakukannya. Jika itu menjadi cara kerja Anda, sebaiknya Anda hindari hal ini. Rencanakan apa yang akan menjadi proyek Anda, bicarakan hal ini dengan partner Anda terlebih dengan klien Anda. Briefing, atau melakukan rapat secara tatap muka sangat berguna untuk membantu desainer dalam mengetahui apa yang mereka butuhkan untuk merancang, dan bagaimana mereka perlu untuk merancang itu. Briefing juga memiliki peran penting dalam menentukan hubungan desainer dengan klien. Tanpa itu, desainer akan kewalahan oleh jumlah kebebasan desain, dan klien tidak akan tahu apa yang diharapkan dari proyek tersebut.

2. Merancang untuk diri sendiri

Ini yang terjadi jika kita tidak melakukan perencanaan dan bertemu dengan klien untuk membicarakan lebih lanjut tentang proyek yang telah disepakati. Tidak sedikit desainer yang merancang untuk dirinya sendiri, karena hal itu mudah dilakukan. Yang dimaksud merancang untuk diri sendiri adalah bahwa seorang desainer membuat desain sesuai dengan apa yang dinginkan dirinya sendiri, bisa dari pengalamannya, warna kesukaan atau yang lainnya. Padahal, seharusnya desainer tetap berfokus untuk siapa logo itu diciptakan. Ini adalah pelajaran keras untuk para desainer agar tetap on the trak saat membuat logo. Kita harus memahami siapa target audience dari logo yang kita buat, kemudian mempelajari semua hal tentangnya. Akan lebih baik lagi jika kemudian Anda berinteraksi langsung dengan mereka, sehingga Anda mengetahui apa yang mereka inginkan. Dan mengimplementasikannya kedalam proses desain yang Anda buat.

3. Tidak memahami USP klien

Setiap bisnis memiliki USP (unique selling point) sendiri. Hal ini adalah salah satu hal yang paling penting untuk diingat oleh para desainer ketika mereka membuat logo. Contohnya saja a secret formula pada Coca Cola atau pun to being highly innovative pada Apple. Ini adalah bagian penting dari proses desain logo sendiri. Mengetahui apa USP bisnis klien akan sangat membantu Anda untuk menemukan sesuatu yang unik ketika merancang logo untuk mereka.

4. Tidak mempertimbangkan brand positioning

Branding adalah sebuah konsep mencerminkan identitas inti dari merek yang sedang dirancang. Sedangkan Brand positioning adalah semua tentang hubungan satu merek terhadap merek lain atau yang sering kita sebut sebagai pesaing. Sangat penting bagi para desainer untuk dapat memahami dan menganalisis status, kegunaan, daya tahan atau dimensi lain yang berkaitan dengan persepsi pelanggan dan juga bagaimana para pesaing dari merek tersebut. Seorang desainer harus mengetahui persis kekuatan dan kelemahan tidak hanya merek dari kliennya, tapi juga bagaimana kekuatan para pesaing mereka.

5. Tidak melakukan penelitian yang cukup

Menjadi seorang desainer bukanlah pekerjaan yang bisa dilakukan dengan mudah. Mungkin banyak orang bisa menggambar, tapi tidak semua orang mampu untuk menggambar sebuah desain sesuai dengan apa yang dibutuhkan, terutama dalam memenuhi kebutuhan klien mereka. Untuk itu melakukan penelitian yang cukup sebelum memutuskan untuk mengerjakan sebuah desain logo, merupakan hal yang penting untuk dilakukan oleh seorang desainer.

Beberapa metode atau langkah penenlitian seperti memahami USP klien Anda dan brand positioning sangat penting untuk siapapun yang ingin merancang sebuah logo yang bagus dan sukses nantinya, tapi itu tidak membuat Anda hanya terpaku dengan hal tersebut. Luangkanlah sedikit waktu Anda untuk mempelajari proses bisnis klien Anda untuk mendapatkan kekurangan dan kelebihan klien,kemudian kenali pesaingnya agar Anda dapat membuat desain logo yang nantinya mampu untuk mewakili klien Anda dalam persaingan bisnis mereka.

Setelah Anda menganalisa semua itu, barulah kemudian cari tahulah bagaimana dan dimana logo yang akan Anda buat itu akan digunakan nantinya. Dan yang terakhir, kenali target perusahaannya. Karena tidak semua klien akan memberikan informasi yang Anda butuhkan, tetapi Anda harus mencarinya sendiri misalnya mencari informasi di internet.

Selalu ingat bahwa membuat logo tanpa memahami bisnis klien Anda, seperti berjalan dengan mata tertutup. Jika Anda dapat mencapainya tanpa mengetahui apa-apa, itu hanya keberuntungan. Dan keberuntungan tidak datang semau Anda. Semakin banyak informasi yang Anda dapat kumpulkan, akan semakin baik desain yang Anda hasilkan.

6. Tidak mengingat keterbatasan reproduksi

Ini adalah kesalahan klasik. Di sinilah sebagian besar desainer muda gagal, karena mereka tidak melihat aplikasi yang akan dibutuhkan Brand tersebut di masa depan. Ada banyak hal yang harus dipertimbangkan, tetapi kabar baiknya adalah bahwa kesalahan ini adalah salah satu yang paling mudah untuk diatasi.

Yang perlu Anda lakukan hanyalah mengajukan pertanyaan tentang bagaimana logo itu akan digunakan nantinya. Apakah sebagai bahan promosi, atau mungkin akan dicetak di ruangan skala besar? Dengan bertanya, maka Anda akan mendapat gambaran seperti apa logo Anda diimplementasikan nantinya.

7. Menampilkan terlalu banyak pilihan

Sebagai seorang desainer grafis, kita membutuhkan banyak latihan untuk mengasah keterampilan yang kita miliki, serta belajar tentang bagaimana kita mampu untuk merasa cukup percaya diri untuk menyajikan opsi yang lebih sedikit. Itu cukup sulit untuk dicapai tanpa banyak pengalaman.

Di sisi lain, beberapa desainer memilih untuk menunjukkan banyak pilihan sebagai cara untuk meningkatkan persepsi nilai pelayanan mereka sendiri. Nah disinilah letak kesalahannya. Anda boleh membawa beberapa pilihan, tetapi jangan terlalu banyak. Karena itu hanya menunjukan kelemahan dari desain Anda. Atau bahkan hal ini akan membuat klien Anda menjadi bingung dengan begitu banyaknya opsi atau pilihan yang Anda berikan.

8. Mengandalkan tipu daya digital untuk membuat logo

Apa yang terjadi ketika Anda menghapus gradien, refleksi, efek drop-shadow dan berubah warna menjadi putih di atas latar belakang gelap? Apakah logo Anda masih ada? Jika Anda masih dapat melihat logo Anda dengan sempurna, kemungkinan besar Anda telah merancang sebuah logo yang baik, tetapi jika tidak, maka saatnya untuk mulai berpikir tentang hal itu sekali lagi.

Banyak sekali desaigner zaman sekarang yang membuat desain menggunakan permainan tools pada Photoshop. Cara mengatasinya adalah mulailah dengan membuat logo yang sederhana namun tetap terkesan elegan dan profesional. Setelah esensi dari logo tersebut bekerja, baru Anda mulai tambahkan sedikit demi sedikit efek yang Anda inginkan.

9. Tidak mampu menjelaskan desain Anda

Ini sangat penting! Betapa mengerikannya jika Anda tidak bisa menjelaskan desain yang Anda buat sendiri terutama saat mempresentasikanya pada klien Anda. Tidak hanya penolakan yang Anda terima, tetapi nama baik Anda sebagai desainer juga dipertaruahkan, bahkan kemungkinan besar akan jatuh. Sebelum Anda menjelaskan desain Anda, Anda harus tahu mengenai semua detail yang ada pada desain Anda. Jika Anda merasa Anda sudah menguasai logo Anda, bersikaplah percaya diri. Jangan takut menghadapi semua kemungkinan yang terjadi saat melakukan presentasi. Karena jika Anda takut, itu hanya membuat Anda lupa dengan semua detail pada desain Anda, dan itu bisa saja akan menghancurkan karir Anda.

Facebook Comments

About Hartanto

Check Also

Apa Itu CloudFlare, Fungsi & Cara Setting CloudFlare

Apa Itu CloudFlare, Fungsi & Cara Setting CloudFlare

Salah satu hal yang terpenting yang perlu diperhatikan dalam pengembangan sebuah website adalah memastikan bahwa …

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *