Home / Berita / 10 Produk Ekspor Utama Indonesia
Produk Ekspor Utama Indonesia
Produk Ekspor Utama Indonesia

10 Produk Ekspor Utama Indonesia

Indonesia dikenal sebagai negara yang kaya akan sumber daya alamnya. Oleh sebab itu tidak heran jika Indonesia memiliki banyak produk unggulan untuk kebutuhan dunia.

Bagi Anda yang ingin menjalankan bisnis, dan bisnis yang Anda inginkan adalah bisnis yang mentargetkan pasar luar negeri, 10 Produk Ekspor Utama Indonesia ini bisa menjadi referensi Anda untuk menjalankan bisnis.

Dan berikut adalah 10 Produk Ekspor Utama Indonesia tahun 2017.

1. Udang

Dengan wilayah yang sebagian besar adalah perairan, tidak heran jika hasil laut adalah salah satu sektor utama ekspor Indonesia. Dan berdasarkan data dari Kementrian Perdagangan, udang menempati posisi pertama dalam Daftar 10 Produk Utama Indonesia.

Ekspor Udang Indonesia
Ekspor Udang Indonesia

Untuk ekspor, udang umumnya diproduksi melalui budidaya air atau akuakultur. Selain itu, juga dikenal sebutan udang perairan dingin udang dan perairan hangat yang merujuk pada daerah tangkapan udang laut (perairan daerah sub tropis dan mendekati kutub sebagai perairan dingin dan daerah tropis sebagai perairan hangat). Karena istilah shrimp dan prawn digunakan secara luas di industri untuk satu spesies yang sama, hal ini dapat menimbulkan kerancuan. Istilah prawn dan shrimp sering digunakan dalam perdagangan ikan untuk membedakan udang yang besar (udang galah) dan kecil (udang). Warna yang kadang digunakan sebagai panduan penamaan juga membingungkan. Udang merah disebut udang galah dan udang coklat disebut udang.

Diantara produk perikanan Indonesia, kontribusi udang dalam pendapatan devisa negara adalah yang terbesar. Adapun total ekspor udang Indonesia pada tahun 2011 diperkirakan mencapai 150,000 MT dengan nilai total USD 1.2 miliar.

Negara tujuan ekspor udang:
Japan, Hong Kong, China, Singapore, Malaysia, Australia, Taiwan, Thailand, South Korea, Vietnam, USA, Belgium, England, Spain, French, Canada, Dutch, Italy, German.Japan, Hongkong, Cina, Singapore, Malaysia, Australia, Taiwan, Thailand, Korea Selatan, Vietnam, USA, Belgia, Inggris, Spanyol, Prancis, Kanada, Belanda, Itali, Jerman

2. Kopi

Kopi merupakan sebuah komoditas tingkat dunia yang dianggap penting, dan Indonesia sebagai negara tropis, adalah salah satu gudangnya kopi. Itulah salah satu alasan mengapa dulu bangsa Eropa berlomba-lomba untuk menduduki Indonesia.

Ekspor Kopi Indonesia
Ekspor Kopi Indonesia

Berdasarkan data International Coffee Organization (ICO), tiga besar negara eksportir kopi dunia adalah Brazil, Vietnam dan Indonesia. Sedangkan untuk pengimpor terbesar adalah Amerika Serikat, Jerman dan Jepang. Jika dilihat berdasarkan kawasan, maka Eropa adalah pengimpor terbesar kopi dunia. Sayangnya, hampir keseluruhan kopi yang diekspor dari Vietnam dan Indonesia adalah kopi Robusta yang lebih rendah kualitasnya, sehingga kurang diminati negara-negara pengimpor kopi terbesar di dunia itu.

Ini berbeda dari kopi dari Brazil yang memang terkenal dengan kualitas yang tinggi. Tak heran, menurut data ICO April 2013, jika ekspor kopi Indonesia dan Vietnam digabung (yakni 12.730.000 karung + 22.000.000 karung) belum bisa menyaingi ekspor Brazil yang mencapai 50.826.000 karung.

Negara tujuan ekspor kopi:
Brazil, Spain, Italy, Turk, Argentina, USA, England, India, China, Thailand, Japan, Vietnam, Pakistan, Malaysia, Hong Kong, Sri Lanka, Bangladesh, I gypt, Iran.

3. Minyak Kelapa Sawit

Kelapa sawit (Elais) termasuk golongan tumbuhan palma. Sawit menjadi popular setelah Revolusi Industri pada akhir abad ke-19 yang menyebabkan permintaan minyak nabati untuk bahan pangan dan industri sabun menjadi sangat tinggi. Sama seperti tumbuhan palma lain, kelapa sawit memiliki begitu banyak manfaat. Daging dan kulit buahnya mengandung minyak. Minyaknya sebagian besar digunakan sebagai bahan minyak goreng, sabun dan lilin. Sedangkan untuk ampasnya digunakan untuk makanan ternak, khususnya sebagai salah satu bahan pembuatan makanan ayam. Tempurungnya digunakan sebagai bahan bakar dan arang.

Ekspor Kelapa Sawit Indonesia
Ekspor Kelapa Sawit Indonesia

Kelapa sawit di Indonesia diperkenalkan pertama kali oleh Kebun Raya pada tahun 1884 dari Mauritius (Afrika). Kelapa sawit di Indonesia baru diusahakan sebagai tanaman komersial pada tahun 1912 dan ekspor minyak sawit pertama dilakukan pada tahun 1919.

Kelapa sawit yang diproduksi di Indonesia sebagian kecil dikonsumsi di dalam negeri sebagai bahan mentah dalam pembuatan minyak goreng, oleochemical, sabun, margarine, dan sebagian besar lainnya diekspor dalam bentuk minyak sawit atau Crude Palm Oil (CPO) dan minyak inti sawit atau Palm Kernel Oil (PKO).

Sayangnya, begitu tingginya permintaan minyak kelapa sawit membuat banyak perusahaan mengesampingkan keseimbangan alam di Indonesia, sehingga mereka dengan enaknya memperluas lahan pertanian kelapa sawit tanpa memperhatikan kelangsungan hidup flora dan fauna yang ada. Penegakan hukum yang cenderung membela para penguasa perusahaan menjadi PR bagi pemerintah untuk menjaga keseimbangan lingkungan.

Selain Indonesia, negara lain yang menjadi produsen kelapa sawit terbesar di dunia antara lain Malaysia, Thailand, Nigeria dan Colombia.

Negara tujuan ekspor minyak kepala sawit:
India, China, Malaysia, Pakistan, Singapore, Banglades, Vietnam, Yordania, Tanzania, Afrika Selatan, Mesir, Iran, Mozambik, Jerman, Spanyol, Itali, Turki, Rusia, USA.

4. Kakao

Biji cokelat atau biji kakao merupakan biji Theobroma cacao berlemak yang telah dikeringkan dan difermentasi, yang diekstrak untuk menghasilkan cokelat padat (cocoa solids) dan lemak kakao (cocoa butter). Kedua hasil ekstrak tersebut merupakan bahan-bahan dasar pembuatan cokelat, serta sejumlah produk makanan lainnya.

Ekspor Kakao Indonesia
Ekspor Kakao Indonesia

Kakao memberikan kontribusi yang besar bagi perekonomian Indonesia. Indonesia memliki sejumlah Standar Nasional (SNI) terkait dengan kakao, beberapa diantaranya:  Biji kakao (SNI 2323-2008 diamandemen oleh SNI 2323-2008/ Amd1:2010), kakao bubuk (SNI 3747-2009), lemak kakao (SNI 3748-2009) dan kakao massa/padat (SNI 3749-2009). Diantara standar tersebut, standar kakao bubuk merupakan suatu keharusan (SNI wajib) dan mencakup standar kualitas spesifik, metode pengambilan sampel dan pengujian, kebersihan produk, pengemasan dan pelabelan.

Negara tujuan ekspor kakao:
Malaysia, Singapore, Thailand, China, India, Japan, Philippine, Taiwan, Sri Lanka, USA, Brazil, Canada, German, Dutch, Russia, Swiss, Belgium, England, Moli.Malaysia, singapur

5. Karet dan Produk Karet

Karet merupakan salah satu komoditas unggulan Indonesia. Karet merupakan bahan baku penting yang memainkan peran utama dalam peradaban modern saat ini. Pada abad 19, para ilmuwan menemukan karet yang merupakan polimer isoperna. Rusia dan Jerman membuat terobosan baru dengan berusaha mensintetiskan karet. Namun, produk yang dihasilkan tidak dapat bersaing dengan karet alam. Awal mula dari usaha untuk mensintesiskan karet inilah yang menjadi cikal bakal produk sintesis di seluruh dunia.

Ekspor Karet Indonesia
Ekspor Karet Indonesia

Pada tahun 2012, Thailand masih menjadi produsen karet alam terbsesar di dunia dengan produksi 3,5 juta ton, disusul Indonesia dengan 3,04 juta ton, Malaysia 950 ribu ton, India 904 ribu ton dan Vietnam 863,6 ribu ton. Pasokan karet alam dunia sebagian besar memang dipasok dari negara-negara Asia Tenggara yaitu Thailand, Indonesia, Malaysia dan Vietnam. Berdasarkan data International Rubber Study Group (2012) konsumsi karet alam dunia terus mengalami peningkatan disebabkan oleh semakin berkembangnya industri bahan baku karet alam khususnya industri ban di negara-negara maju seperti Amerika Serikat, Jepang dan Jerman.

Peningkatan harga minyak bumi di pasar internasional juga mempengaruhi permintaan karet alam karena karet sintesis yang bahan bakunya berasal dari fraksi minyak bumi harganya ikut naik.

Negara tujuan ekspor karet:
Japan, Malaysia, Philippine, Australia, Thailand, Singapore, Hong Kong, Taiwan, Sri Lanka, South Korea, USA, England, German, Belgium, Italy, Dutch, Canada, PCA, Saudi Arabia, Egypt.

6. Tekstil & Produk Tekstil

Industri ini secara teknis dibagi menjadi 3 yaitu: sektor hulu (upstream), sektor menengah (midstream) dan sektor hilir (downstream). Pembuatan serat (fiber) dan pemintal (spinning) terdapat di sektor hulu. Kemudian sektor menengah meliputi bidang pemintalan (spinning), pertenunan (weaving) dan pencelupan/penyempurnaan (dyeing/finishing).

Ekspor Tekstil Indonesia
Ekspor Tekstil Indonesia

Pasar terbesar industri ini adalah Amerika Serikat yang mengalami penurunan nilai ekspor sebanyak 5,22% dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya. Hal ini diakibatkan karena produk Indonesia dianggap kurang kompetitif, terutama di pasar AS dan Eropa lantaran belum adanya free trade agreement. Dan saat ini, produk tekstil Indonesia mulai melirik pasar Afrika.

Negara tujuan ekspor tekstil:
USA, England, German, Panama, Italy, Canada, Mexico, Dutch, Spain, French, Japan, Australia, Singapore, Hong Kong, Sri Lanka, South Korea, PCA, Saudi Arabia, Ethiopia, Nigeria, Kenya, Tunisia, Sudan.

7. Alas Kaki

Alas kaki mencakup penutup luar untuk kaki untuk perlindungan, mode dan olahraga. Indonesia memiliki sektor alas kaki penting yang memproduksi dan mengekspor sepatu dan boot untuk beragam keperluan. Sektor alas kaki meliputi beragam produk, umumnya diklasifikasikan menurut bahan bakunya, sepeti kulit, tekstil, plastik, karet, dan gabus. Alas kaki juga diklasifikasi menurut penggunaan akhirnya untuk olah raga, kasual, formal, atau pelindung kaki. Contoh jenis alas kaki termasuk sepatu lari, sepatu bot untuk memanjat gunung, hak tinggi stiletto, sandal, bakiak, sandal jepit dan selop.

Ekspor Alas Kaki Indonesia
Ekspor Alas Kaki Indonesia

Indonesia memproduksi banyak ragam alas kaki. Tingkat produksi domestik diperkirakan mencapai lebih dari 135 juta pasang dengan jumlah pekerja manufaktur alas kaki lebih dari 450 ribu orang. Segmen utama ekspor yang adalah produk jadi juga menunjukkan kemampuan produksi Indonesia. Termasuk dalam ekspor ini adalah jenis-jenis seperti sepatu kasual, sepatu resmi, sepatu olahraga dan bahkan sepatu boot.

Negara tujuan ekspor alas kaki:
USA, Belgium, England, French, Italy, German, Mexico, Spain, Canada, Chili, Panama, Turk, Japan, Malaysia, Thailand, South Korea, Australia, China, Hong Kong.

8. Elektronika

Produk berbasis industri manufaktur ini mencatatkan perdagangan pada rentang waktu Januari-Agustus 2015 sebanyak USD 500,704,809 dengan negara tujuan ekspor utama yaitu Singapura. Beberapa komoditi elektronik Indonesia yaitu penerima sinyal untuk televisi dan panel elektronik.

Ekspor Elektronika Indonesia
Ekspor Elektronika Indonesia

Negara tujuan ekspor elektronika:
Japan, Taiwan, South Korea, China, Malaysia, Hong Kong, Australia, Singapore, Thailand, Vietnam, German, Dutch, Italy, Belgium, Poland, USA, England, Denmark, French, Yunani.

9. Komponen Kendaraan Bermotor

Industri otomotif merupakan salah satu industri yang prospektif. Perkembangan industri otomotif nasional dirangsang oleh kebijakan pemerintah yang mengatur sektor ini, serta kemajuan teknologi dan kondisi ekonomi yang berlaku. Industri otomotif Indonesia secara keseluruhan telah mengekspor produk otomotif mulai dari motor, mobil dan berbagai komponen ke berbagai negara.

Ekspor Komponen Kendraan Bermotor Indonesia
Ekspor Komponen Kendraan Bermotor Indonesia

Angka produksi dan penjualan kendaraan bermotor tentunya menjadi cerminan potensi pasar suku cadang, aksesoris dan perlengkapan mobil dan motor. Industri otomotif di  Indonesia, disamping memproduksi mobil dan suku cadang kendaraan bermotor untuk memenuhi kebutuhan pasar dalam negeri, juga dipasarkan ke pasar internasional, baik untuk kebutuhan pasar suku cadang pengganti (replacement market/REM) maupun OEM.

Negara tujuan ekspor komponen motor:
USA, French, England, German, China, Malaysia, Vietnam, Australia, Hong Kong, Japan, Singapore, Thailand, Sri Lanka, India, Pakistan, Philippine, USA, Canada, Belgium, Turk, PEA, South Africa, Iran, Saudi Arabia.

10. Furniture

Indonesia merupakan salah satu negara yang memiliki keunggulan dalam ekspor kerajinan. Indonesia menjadi salah satu negara peng ekspor kerajinan terbesar di dunia khususnya untuk furnitur dan mebel. Kondisi geografis Indonesia yang memiliki sumberdaya kayu yang sangat baik dan berkualitas, sehingga ini di manfaatkan oleh pelaku industri kerajinan untuk diekspor ke luar negeri.

Ekspor Furniture Indonesia
Ekspor Furniture Indonesia

Kulaitas kayu indonesia sudah tidak perlu diragukan lagi, kayu indonesia sudah di akui oleh eropa bahkan dunia. Keuntungan indonesia mengekspor mebel karena di negara maju di eropa produksi kayu sangat terbatas sehingga sangat cocok untuk menjadi pasar ekpsor indonesia dengan kerajinan kayu khas indonesia. produk kerajinan kayu indonesia sangat laku pesat di negara seperti Amerika Serikat (AS), Eropa dan Jepang.

Negara tujuan ekspor furniture:
USA, French, England, Dutch, Belgium, Spain, German, Italy, Canada, Denmark, Sweden, Japan, Australia, Malaysia, Singapore, South Korean, Taiwan, China, PPCA, South Africa.

 

Itulah 10 Produk Ekspor Utama Indonesia tahun 2017. Kita berharap dengan komoditas ekspor tersebut mampu membawa perekonomian Indonesa menjadi lebih baik lagi kedepannya.

Facebook Comments

About Hartanto

Check Also

Apa Itu CloudFlare, Fungsi & Cara Setting CloudFlare

Apa Itu CloudFlare, Fungsi & Cara Setting CloudFlare

Salah satu hal yang terpenting yang perlu diperhatikan dalam pengembangan sebuah website adalah memastikan bahwa …

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *